SERANG, bantenhariini.id — Bupati Serang, Ratu Racmhatuzakiyah, secara resmi membuka Festival Sangga Negara 3 yang berlangsung di Lapangan Rancanini, Desa Mangu, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Jumat, (16/10/2026).
Pembukaan Festival Saga Nagara 3 dilakukan secara simbolis melalui tabuh bedug sebagai tanda dimulainya kegiatan pawai hasil bumi yang berlangsung sejak 15 hingga 18 Oktober 2026.
Ratu Zakiyah menilai festival ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan wujud syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus pengingat pentingnya menjaga keharmonisan dengan alam.
“Ini adalah yang kedua kalinya saya hadir di sini untuk membersamai kegiatan Festival Sangga Negara. Tentu saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pelaku seni budaya, dan seluruh warga yang telah berperan serta berkontribusi dalam Festival Sangga Negara 3 yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa festival ini memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Padarincang.
Di tengah acara, dilaksanakan tradisi ruwat bumi sebagai bentuk syukur sekaligus upaya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam.
Para petani juga mempersembahkan hasil-hasil pertanian terbaik mereka sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.
“Di sini tidak hanya sekadar kegiatan tentang bagaimana kita menjaga hubungan kita dengan alam. Bagaimana kita juga mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita, salah satunya adalah upacara ruwat bumi. Kemudian juga hari ini para petani telah memberikan hasil-hasil pertaniannya untuk kita semua,” ungkap Ratu Zakiyah.
Ratu Zakiyah menegaskan peran strategis Kabupaten Serang sebagai salah satu penopang pangan di Provinsi Banten.
Kabupaten Serang termasuk dalam tiga besar lumbung padi di Banten, sehingga keberadaan para petani menjadi sangat vital, tidak hanya bagi daerah tetapi juga bagi ketahanan pangan nasional.
“Kabupaten Serang adalah salah satu lumbung padi utama di Provinsi Banten, tiga terbesar di Provinsi Banten. Oleh karena itu, petani adalah tulang punggung swasembada pangan nasional. Tanpa petani, kita tidak mungkin bisa makan di meja masing-masing,” tegas politisi PAN ini.
Kehadiran Bupati dalam festival ini juga merupakan bentuk penghargaan langsung pemerintah daerah terhadap kerja keras para petani yang telah menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Ratu Zakiyah mengingatkan bahwa ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri, melainkan butuh kerja sama dari semua pihak.
Pemkab Serang sendiri berkomitmen terus mendukung para petani melalui berbagai program nyata. Selain aspek pangan, ia juga bangga dengan kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Kabupaten Serang. Nilai-nilai adat, seni, dan keagamaan yang hidup berdampingan merupakan kekayaan luar biasa yang harus dijaga bersama.
“Kita patut bersyukur Kabupaten Serang memiliki kekayaan yang luar biasa, baik seni, adat, maupun nilai-nilai religinya yang tentu harus kita jaga bersama,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Ratu Zakiyah mendoakan agar Festival Sangga Negara 3 berjalan lancar hingga hari penutupan. Ia juga mengajak seluruh pengunjung untuk menikmati berbagai rangkaian acara dengan penuh kegembiraan sekaligus tetap menjaga kebersihan lingkungan.
“Semoga berjalan lancar sampai pada hari terakhir. Semoga semuanya berjalan lancar dan saya mengajak seluruh pengunjung untuk menikmati rangkaian acara dengan penuh kegembiraan serta tetap menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (Red/ Roy)

0 Comments