TANGERANG, bantenhariini.id – Sejak pertama mengaspal pada akhir tahun 2016, BRT Trans Tangerang kini memiliki tiga koridor. Jalur lintasan yang dilalui BRT tak hanya pada jalan utama di pusat kota tetapi masuk ke jalan pemukiman. Kehadirannya yang direspon baik warga, jadi pilihan baru transportasi publik yang nyaman, aman dan terjangkau.
Koridor III rute Tangerang City – Ciledug menjadi rute paling favorit di awal tahun 2020. Transportasi ini terintegrasi dan terkoneksi dengan Trans Jakarta yang kini telah memiliki shutle di CBD Ciledug.
Bus Rapid Transit (BRT) Trans Tangerang sebelumnya beroperasi sejak akhir tahun 2016 dengan rute pertama yakni Terminal Poris Plawad – Jatiuwung yang disebut koridor I.
Tingginya respon masyarakat yang menggunakan transportasi massal tersebut, membuat Pemkot Tangerang menambah trayek hingga Jatake. Harapannya, masyarakat di wilayah Barat Kota Tangerang tersebut terlayani dengan wilayah kawasan industri. Apalagi data menunjukan, tren penumpang setiap bulan pada tahun 2019 alami peningkatan.
Pemkot Tangerang kemudian membuat koridor II dengan rute Terminal Poris Plawad – Cibodas. Wilayah yang dikenal sebagai pusat Ruko (Rumah dan Toko) tersebut, merupakan kawasan padat penduduk. Data Dinas Perhubungan mencatat, pada tahun 2019 jumlah penumpang di koridor II mencapai 266.459 orang.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, layanan transportasi publik yang lebih dikenal warga sebagai “Bus Tayo” tersebut akan menambah tiga koridor lagi yakni koridor Cadas – Pintu 1 Bandara Soetta, Terminal Poris Plawad – Bandara Soetta dan koridor Lingkar Dalam Kota yang terintegrasi dengan TransJakarta.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar mengatakan, pada tahun ini telah disusun rancangan kerja penambahan tiga koridor lagi sehingga BRT Trans Tangerang akan memiliki enam koridor. Sosialisasi kepada warga pun sudah dilakukan, termasuk dengan pihak lainnya seperti pihak swasta dan pengelolan angkutan umum.
Dengan adanya enam koridor, maka seluruh wilayah di Kota Tangerang akan terlayani dan terintegrasi dalam satu layanan transportasi publik yang ramah. “Jadi, seluruh wilayah di Kota Tangerang terintegrasi dengan layanan BRT dan memberikan kemudahan warga dalam melakukan perjalanan dan menjangkau wilayah di Kota Tangerang,” paparnya. (Memey)

0 Comments