SERANG, bantenhariini.com – Silat merupakan seni tradisional Banten dan juga sebagai kearifan lokal masyarakat Banten, maka dari itu seluruh pihak harus bersinergi mengembangkan silat.
Hal ini, diungkapkan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pencak Tradisional Banten Indonesia (APTBI) Aeng Haerudin, saat melakukan konsolidasi dengan pengurus APTBI Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Sabtu (24-11-2018).
Menurut Aeng pengembangan pencak silat harusnya menjadi program yang serius bagi pemerintah agar terus lestari dan berkembang. “Pemerinntah harus benar-benar serius terhadap program pengembangan silat, sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian seni budaya disekolah,” kata Aeng.
Silat Banten sudah populer secara Nasional, Bahkan internasional. “Banten sudah tidak diragukan lagi soal silat, sejak dulu Banten terkenal dengan silatnya, ada berbagai macam aliran silat di Banten, jurusnya pun sangat banyak” kata Aeng.
Sebagai putra asli daerah Banten, Aeng sangat konsen terhadap pengembangan seni pencak silat, salah satunya dengan mendirikan APTBI. “Seluruh stakeholder harus ikut serta dan fokus, Buapati dan Gubernur harus berkomunikasi aktif sebagai upaya pelestarian seni pencak silat tradisional Banten,” jelas Aeng.
Aeng menambahkan, sekolah yang ada di Banten, sudah sewajarnya menerapkan mata pelajaran pencak silat sebagai pelajaran produktif atau muatan lokal. “Kita harus bisa menularkan seni ini kapada kaum muda, yang akan menjadi penerus pelestarian pencak silat Banten,” tambah Aeng.
Sementara Ketua APTBI Kecamatan Baros Yayat Supriatna mengungkapkan, anggota APTBI telah subur dan berkembang di Kecamatan Baros, yang mewakili setiap peguron-peguron di Kecamatan Baros. “APTBI sebagai wadah bagi pesilat untuk mengekspresikan dan mengasah kemampuan silatnya,” ungkap Yayat.[]

0 Comments